Sopir Travel Gelap Punya Modus Pertama, Polisi Siapkan Trik

VIVA – Meski sudah penuh kendaraan yang terpergok mengangkut pemudik, tetapi hal itu tidak membuat para-para sopir travel gelap jera. Mereka masih menawarkan jasa, mengantar masyarakat untuk pulang ke kampung kaca.

Sopir Travel Gelap Punya Modus Pertama, Polisi Siapkan Trik

VIVA   – Meski sudah banyak organ yang terpergok  mengangkut pemudik, tetapi hal itu tidak membuat para sopir travel gelap jera. Itu masih menawarkan jasa, mengantar warga untuk pulang ke kampung kaca.

Seperti yang diungkapkan oleh  Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, AKBP Rachmat Sumekar. Dia mengatakan, dalam satu hari ada puluhan kendaraan travel gelap yang ketahuan membawa pemudik.

Baca juga:   Nusantara Dibidik Jadi Pengganti China

“Kemarin, kami menangkap 40 travel suram. Tujuan travel  angkut pemudik ke Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur. Kebanyakan menggunakan pelat hitam, ” ujarnya melalui informasi resmi, dikutip Senin 18 Mei 2020.

Rachmat menjelaskan, puluhan kendaraan itu terjaring razia yang digelar oleh pihak kepolisian pada Minggu 17 Mei kemarin. Razia digelar pada pukul 12. 00 hingga 19. 00 WIB.

“Kami  tangkap di jalan arteri, perbatasan Bekasi-Karawang.   Antara lain di Kalimalang serta Kedungwaringin.   Total penumpang 300-an orang, ” tuturnya.

Beberapa kota yang menjadi haluan pemudik, yakni Indramayu, Purbalingga, Kebumen, Kendal, Pemalang, Jombang, dan Tunggal. Alasan pemudik nekat melanggar susunan pemerintah, yakni karena mereka langsung pemutusan hubungan kerja dan telah tidak memiliki biaya untuk tumbuh sehari-hari.

“Kami  tilang sopirnya, karena melanggar, beroperasi minus trayek. Hampir semua pelat hitam. Jenis mobil ada Luxio, GranMax, Elf, HiAce, ” ungkapnya.

tarif yang dipatok oleh sopir bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp700 ribu bagi orang. Mereka mempromosikan jasa mencuaikan media sosial dan dari sombong ke mulut.

Soal modus, Rachmat mengaku bahwa para sopir itu memiliki cara baru untuk menghindari pengawasan petugas. Yakni, dengan lebih dahulu berkeliling di sekitar daerah Bekasi.

“Kami melayani patroli, mengantisipasi kalau di ustaz ada yg mencurigakan. Mobil-mobil  minibus itu kami  berhentikan, kemudian awak cek surat-surat dan tujuannya ke mana, ” jelasnya.