Modifikasi Morris Mini Rasa Toyota Agya, Biar Enak Dipakai Harian

VIVA – Mini menjadi lupa satu produk otomotif legendaris, dan banyak menjadi incaran para pehobi roda empat di Indonesia. Bertentangan dengan kendaraan lainnya, mobil tersebut memiliki perawakan yang mungil serta desain yang khas.

Modifikasi Morris Mini Rasa Toyota Agya, Biar Enak Dipakai Harian

VIVA   – Mini menjadi satu diantara produk otomotif legendaris, dan penuh menjadi incaran para pehobi roda empat di Indonesia. Berbeda dengan kendaraan lainnya, mobil ini mempunyai perawakan yang mungil serta pola yang khas.

Biar demikian, untuk memiliki mobil jelita tersebut bukanlah perkara mudah. Konsumen harus bersabar untuk mencari unitnya, sebab usianya yang tak lagi muda, menjadikan Mini buatan pabrikan otomotif Morris itu langka dalam pasaran.

Kondisi itu, membuat seorang konsumen dari pabrik CS Bodywork di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, nekat memodifikasi Toyota Agya lansiran 2014, menjadi mobil Morris Mini MK3 yang dikenal oleh masyarakat dunia pada masa 1970-an.

“Dibangun dari Agya 2014 matik pakai bodi Mini Morris MK3 asli bukan replika. Jadi bentuk itu ada di atas lembaga Agya, ” ujar Budiman, Kepala Bengkel CS Bodyworks, seperti dilansir dari 100KPJ , Kamis 30 April 2020.

Baca juga: Biar Gak ‘Mager’ Selama Bulan Puasa pada Rumah, Yuk Cek Kondisi Mobil

Budi mengatakan, pemilik mobil Agya ingin memiliki mobil klasik, namun terasa nyaman era dipakai aktivitas harian. Sehingga, tercetuslah ide untuk memasang bodi mobil Mini di atas rangka dan mesin Agya. Lagipula, dimensi ke-2 mobil tersebut tak jauh bertentangan.

Menurut Budi, proses yang sulit masa memodifikasi adalah memasang posisi bentuk Morris MK3 di atas sasis Agya, karena badannya lebih pendek dari sasis. Untuk mengakalinya, sasis asli harus dipotong.

Lihat Juga

Sementara untuk lebar bodi asli Kecil tetap dipertahankan. Bahkan agar tampak enak di mata, dipasang fender tambahan yang mengikuti bentuk asli Morris Mini.

“Posisi bodi dengan sasis tidak pas pasti kenyamanan dan keamanan tertahan. Maka kaki-kaki seperti suspensi tak kami ubah, mesin standar Agya. Velgnya Mini 13 inci (model belimbing), ” sambungnya.

Pada bagian interior, kata Budiman, lestari mempertahankan jok, konsol tengah, serta setir milik bawaan Agya. Tengah dashboard dilakukan penyesuaian karena lekukannya berbeda. Untuk menambah kenyamanan, jok dilapis ulang dengan bahan indra peraba, diberi variasi bentuk jahitan gres.

“Untuk proses pengerjaan memakan waktu 4 bulan. Tapi kalau normalnya 6-8 bulan, apalagi kondisinya sekarang. Soal biayanya invalid lebih harga 2 mobil Agya seken, ” katanya.