Lupa Elang Lacak Mobil Kreditan Memakai Aplikasi Ini

VIVA – Sudah menjadi spion umum, bahwa penyedia jasa pembiayaan kendaraan atau leasing menggunakan jasa debt collector untuk mencari keberadaan penunggak utang. Mereka dikenal serupa dengan istilah Mata Elang.

Lupa Elang Lacak Mobil Kreditan Memakai Aplikasi Ini

VIVA   –  Sudah menjadi rahasia umum, bahwa penyedia jasa pembiayaan kendaraan  atau  leasing   memakai jasa  debt collector  untuk membongkar-bongkar keberadaan penunggak utang. Mereka lumrah juga dengan istilah Mata Elang.

Julukan itu dikasih, karena biasanya mereka nongkrong pada pinggir jalan raya sembari meninjau pelat nomor kendaraan bermotor yang lewat.

Sembari memeriksa pelat nomor, jemari mereka giat mengetik di ponsel pintar. Kalau ada yang datanya cocok, oleh sebab itu langsung dilakukan pengejaran.

Dari penelusuran  VIVA Otomotif ,   Sabtu 5 Desember 2020, kawanan Mata Elang tersebut menggunakan aplikasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan mereka.

Aplikasi itu bernama Supermatel , dan berisi data segenap kendaraan yang sudah menunggak pembayaran cicilan selama lebih dari 3 bulan.

Menurut pengembang, data yang tersedia cukup penuh karena diperbarui tiap hari. Pelaksanaan ini dapat menampilkan nama pemilik kendaraan,   leasing   yang digunakan serta berapa lama sudah menunggak.

Untuk menggunakannya, Tanda Elang harus mendaftar dulu. Lalu, mereka akan diberikan akses untuk masuk ke aplikasi tersebut. Program ini tersedia untuk ponsel yang menggunakan sistem operasi Android.

Photo:

  • Tangkapan adang-adang

Selain Supermatel , ada selalu aplikasi serupa yang diberi nama DTM. Namun, fitur yang tersedia hanya bisa melacak identitas pemilik kendaraan bermotor roda empat sekadar.

Sebagai informasi,   Presiden Jokowi meminta kepada para bank atau pun lembaga pembiayaan, agar tidak menggunakan jasa  debt collector selama pandemi.

“Keluhan kami dengar dari tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki pengaruh motor atau kredit mobil, atau pun nelayan yang sedang mempunyai kredit perahu, ” kata Jokowi  beberapa waktu lalu.

Mahkamah Konstitusi juga membuat vonis, yang  menyatakan bahwa leasing tak bisa menarik kembali barang, hanya berpedoman sertifikat jaminan fidusia. Untuk melangsungkan penyitaan, mereka harus mengajukan permohonan terlebih dahulu ke pengadilan.