Fadli Zon Heran Tanda Tangan Jokowi Bagaimana bisa Kerek Harga Motor Rp2, 5 M

VIVA – Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, ikut mengamati acara lelang motor yang menjual tanda tangan Presiden Jokowi dengan menjadi berita heboh. Fadli Zon merasa heran tanda-tangan Jokowi bisa membuat harga motor menjadi selangit. Lelang tertinggi Rp2, 55 miliar lebih.

Fadli Zon Heran Tanda Tangan Jokowi Bagaimana bisa Kerek Harga Motor Rp2, 5 M

VIVA   –  Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, ikut menyoroti kegiatan lelang motor yang menjual tanda tangan Presiden Jokowi yang menjelma berita heboh. Fadli Zon merasa heran tanda-tangan Jokowi bisa memproduksi harga motor menjadi selangit. Lelang tertinggi Rp2, 55 miliar bertambah.

Sebelum membahas ucapan Fadli Zon, acara lelang dengan juga disiarkan sebuah stasiun televisi ini telah sukses membetot perhatian. Pasalnya, pemenang lelang, pria asal Jambi bernama Muhammad Noh ternyata tak kunjung datang mengambil mesin listrik   Gesits tersebut. Dia justru akhirnya berurusan dengan penjaga.

Diperiksanya M Nuh tentu sangat beralasan. Pasalnya kesibukan lelang itu tak sembarangan, kesibukan lelang itu untuk menggalang simpanan melawan Virus Corona COVID-19. Tidak hanya itu, motor listrik Gesits tersebut juga bertanda-tangan Presiden Jokowi. Tak heran jika timbul banyolan, M Nuh sukses ngeprank Jokowi.

Kembali ke simpulan Fadli Zon. Dalam akun twitternya, orang kepercayaan Prabowo Subianto ini justru menganggap aneh kenapa tanda tangan Jokowi mampu mendongkrak makna motor tersebut berlipat-lipat. Dengan sirih lain, Fadli Zon seperti mempersoalkan apa istimewanya tanda tangan seorang Joko Widodo.

“Mungkin M. Nuh dari Jambi ini salah denger, dikiranya harga motor Rp2, 5 juta, bukan miliar. Lagian mana ada motor jenis tersebut harganya sampai Rp2, 5 miliar? Memangnya kalau ditanda tangani Bungkus Jokowi jadi bisa semahal tersebut? Saya kira ini cuma salah paham, ” tulisnya melalui akun Twitter seperti dilansir 100kpj.

Dari keterangan polisi yang disampaikan Kapolda Jambi, Inspektur Jenderal Polisi Firman Santyabudi membantah telah menangkap M Nuh. Melainkan hanya untuk wawancara.  

“Jadi tidak tersedia penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan. Dia setelah diwawancara ternyata tidak paham acara yang diikutin itu adalah lelang. Yang bersangkutan malah mengira bakal dapat penghargaan. Karena ketakutan ditagih, dia oleh karena itu minta perlindungan (ke polisi), ” kata Firman.

Dengan jelas berita penangkapan M Nuh ini telah tersebar di jalan sosial dan langsung mendapat reaksi dari para netizen dan beberapa tokoh. Nah salah satunya Fadli Zon. Sebagai gambaran, harga mesin listrik Gesits sekitar Rp20 jutaan.

Baca juga:

Tengku Zul Ajak Santri dan Kaum Muslimin Cari Satpol PP, Malah Dihujat